Bagaimana mem-valuasi nilai seorang buzzer (pengguna twitter yg melakukan promosi suatu produk/jasa)? Saat ini tak sedikit para (calon) pengguna layanan buzzer hanya disuguhi data jumlah follower dan klout score sebagai data untuk melakukan negosiasi tarif. begitu tarif disepakati, pembayaran dilunasi, buzzer kemudian melakukan tweet promosi. selesai! sekarang, cukupkah itu saja?
jika hal tersebut adalah praktek yg biasa terjadi, menurut saya itu seperti membeli kucing dalam karung. dalam praktek periklanan, memang luasnya cakupan (target audience) menjadi salah satu penentu tarif. semakin luas cakupannya akan semakin mahal tarifnya. kalau dalam media cetak, kita bicara oplah. di media televisi, kita bicara share dan rating. sedangkan di media online, kita bicara pageviews dan unique visitors.
di media televisi dan online, teknologinya memungkinkan untuk mengukur jumlah mereka yg diterpa (exposed) oleh suatu pesan/informasi. kita bisa tau, walau tidak akan jitu 100%, berapa orang yg melihat iklan A di TV atau di web. dengan demikian, tarif iklannya menjadi lebih fair.
-
efektifitas buzzer
lalu bagaimana mengukur efektifitas buzzer? kurang lebih cara mengukurnya sama, yaitu tidak hanya bicara soal jumlah followernya (yg “terhubung” 24 jam), tetapi berapa banyak pengguna twitter yg terpapar pesannya.
untuk buzzer, unit pengukuran setidaknya ada 2, yaitu “reached” dan “impression“. reached adalah mengukur berapa banyak orang yg menerima pesan, sedangkan impression adalah berapa kali suatu pesan diterima oleh orang.
jadi jika seorang buzzer dgn follower 1000, lalu mentwit suatu promo, maka reached-nya otomatis akan “dianggap” mencapai 1000 dgn impression perdana sebanyak 1000 pula. tetapi jika pesan tersebut di RT oleh followernya, maka impressionnya bisa meningkat tinggi
walaupun tentu kita paham, tdk semua pesan dpt (sempat) terlihat oleh seluruh follower dlm suatu waktu, krn bisa saja sedang tidak memantau timeline, tidak melakukan refresh, pesan terlewatkan, dll. tapi setidaknya, reach dan impression tersebut dapat menjadi salah satu alternatif ukuran yg ada saat ini.
jika masih bingung dgn reach vs impression, silakan lihat penjelasannya di situs tweetreach. di situs tersebut bahkan dijelaskan bahanya jika promosi kita “low reach, high exposure“.
-
pilih buzzer
dgn menggunakan 2 ukuran di atas, maka akan menjadi menarik ketika buzzer A dan B memiliki jumlah follower yg sama, tetapi “impression”-nya bisa berbeda. Atau sangat mungkin, walau buzzer A jumlah followernya lebih sedikit dari B, tetapi impressionnya lebih tinggi.
di sini para calon pengguna buzzer sudah bisa mulai menghitung biaya, menentukan target capaian dan memilih buzzer yg cocok. jelas, yg diharapkan seharusnya adalah impression, tidak lagi cuma sekedar jumlah follower.
untuk mengejar impression yg tinggi, bisa saja pilihannya dgn cara menggunakan segelintir buzzer dgn jumlah follower yg fantastis ATAU menggunakan buzzer yg banyak dgn jumlah follower yg rata-rata.
tp yg harus diingat, ini bukan sekedar penghitungan matematis. di matematika, 2 (buzzer) x 5 (follower) = 5 (buzzer) x 2 (follower) = 10 (reach). tetapi bicara impression, ini adalah bicara kesediaan para follower untuk me-RT dan/atau me-reply pesan yg disampaikan. reach boleh sama, tetapi impression bisa beda jauh!
-
terukur dan tertarget
tergantung sepenuhnya pada 1-2 buzzer (berfollower banyak) untuk mengejar target impression akan cukup beresiko. kita harus piawai menilai apakah buzzer tersebut cukup pandai mengemas pesan,bgmn popularitas buzzer tsb di ranah online, benarkah produk yg disampaikan cocok dgn citra diri buzzer, dan apakah followernya merupakan sasaran yg tepat untuk produk tersebut.
tentunya, tidak akan mudah menganalisis seluruh variabel di atas secara persis. meskipun demikian, usahakan “don’t put all eggs in one basket“. tergiur mentah2 pada tawaran buzzer hanya pada jumlah followernya saja, sudah bukan jamannya lagi
akan lebih baik kalau target dan tarif buzzer yg disepakati adalah berdasarkan jumlah impression yg (akan) dihasilkan dgn kata kunci or hashtag tertentu. dapat sekian impression, dibayar sekian rp. sehingga perhitungan bisa transparan, terukur, tertarget dan fair.
bahwa kemudian (berapa) Rp per impression mau dihitung dari apa/bgmn, ya terserah saja. apa dari budget yg tersedia, apa dari rata2 Rp per impression di media lain, atau dari tarif rata2 buzzer2 lain. jgn susah2
nb:
untuk lebih memahami reach vs impression, bisa dicoba2 gratis di situs http://tweetreach.com
-
-dbu-


kemarin sempat bingung saat mengukur ketepatan impresion twitter, namun penjelasan mas Donny di bulan Ramadhan kemarin, saia baru dapat mengerti, walau tidak banyak, namun tetep saia jadikan patoka untuk belajar
gajah_pesing recently posted..Benefit of @BlogNusantara
iya punten, saya juga masih belajar
asyik nih infonya, saya jualan vector sehari2 pengunjungnya dari google sih kebanyakan. Belum lama twitteran soalnya…
jadi sekarang udah berapa persen klien yg dari twitter?
paham maksudnya. tapi bingung komentar apa. oleh buzzer sungguhan, saya sudah diasosiasikan sebagai teman donny.
ya sudah, intinya kapan kita jadi buzzer? hahaha….
Wah ada mas Blontank, jadi SK jadi polisi timeline sudah turun ya, mas?
emang kalo jadi polisi TL nggak boleh ngebuzz ya, Kak Ardi? kalo ada polisi TL, siapa penjahatnya? *mlipir*
yang komen di atas saya (kolom komentar ini) bukan buzzer, but (a)buser
Ouh, baru ngeh aku.
eh tapi beneran, headernya keren! terutama vector mas dbu. TOP!
MT recently posted..Aksi Polisi yang Menghebohkan
vektor header yg buatin mas dzofar (http://dzofar.com)
kapan nih Rusa diajak jadi buzzer sama mas Donny? #eaaa
rusa merumput aja, jangan riwil!
beneran baru ngeh setelah beberapa kali mendengar buzzer
Nah ini dia informasi yg sangat bermanfaat, jadi memng buzzer ataupun pencari buzzer hrus teliti dalam perhitungan impressionnya. Good post
ada updatenya, ngitung dgn “click-ratio”. http://donnybu.com/2011/11/28/menghitung-efektifitas-buzzer-twitter-dengan-click-ratio/
salam kenal mas donny..
saya ada tulisan setema dg sudut pandang berbeda soal buzzer atau #twitberbayar ini
http://dianwidiyanarko.com/2011/11/bukan-twit-berbayar/
tentang perlunya tanda untuk bedakan mana twit berbayar mana bukan..
hehe…
iya, barusan baca mas… saya pribadi sepakat dgn penggunaan tagar #adv atau #ads bagi twitberbayar. saya sendiri melakukan hal tersebut.
waaaaa artikelnya bermanfaat, mas Don! harusnya memang ada perhitungan seperti ini, jangan asal comot yang followernya banyak tapi jarang ada yang ngerespon ya..
belum melakukan hitung hitungan seperti ini, lhaaa aku sendiri tidak punya banyak follower. tapi bisa dijadikan pertimbangan bila kelak saja membutuhkan jasa buzzer untuk campaign
mudah2an sukses jadi juragan buzzer
[...] terbujuk rayu tawaran layanan buzzer hanya berdasarkan jumlah followernya saja. Sebelumnya saya pernah memposting tentang “reached” dan “impression“, sekarang saya akan pertajam dlm menghitung efetifitas [...]
Berarti dalam Buzzer, Impression in twitter more Important than Reach ya..
Impression 100rb lebih uda bisa dibilang bagus belum? :p
kalau dalam pemahaman saya yg terbatas ini, memang akhirnya angka impression akan sama atau lebih dari reach. tinggal masalah berapa impression itu dianggap bagus atau tidak bagus, ukuran bakunya belum ada. untuk itu perlu ada pembanding dgn media promosi lain yg sudah punya standar Rp per impression
I see, berarti butuh research and perbandingan lagi. Thanks mas Donny
memang hanya memberikan akun twitter, misalnya “yuk follow @internetsehat” maka sebenarnya bisa dibandingkan saja berapa
memang hanya memberikan akun twitter, misalnya “yuk follow etsehat” maka sebenarnya bisa dibandingkan saja berapa
What a fun pattern! It’s great to hear from you and see what you’ve sent up to. All of the projects look great! You make it so simple to this. Thanks
I was extremely pleased to find this website. I wanted to thank you for the good understand I definitely enjoying every single small bit of it and We’ve you bookmarked to check out new stuff you post.
akun saya sepi follower …