forklift forklift kiralama ----------------------------------------------------------------------------------------------------- telefon dinleme casus telefon ----------------------------------------------------------------------------------------------------- telefon dinleme Casus telefon ----------------------------------------------------------------------------------------------- Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- cilt bakımı ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Casus telefon Casus telefon Casus telefon Casus telefon Casus telefon Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon Casus telefon telefon dinleme telefon dinleme Casus telefon Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme telefon dinleme Casus telefon Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme telefon dinleme

Ngapain Sebenarnya Zuckerberg ke Indonesia?

Share Button

Ada sebuah data yang menarik, bahwa Facebook terindikasi mulai ditinggal oleh para pengguna usia muda. Setidaknya tren yang terjadi di Amerika, sebagaimana ditulis oleh Business-Time, sejak 2011 s/d 2014,  jumlah pengguna Facebook yang berusia 13-17 tahun merosot sebanyak 25%. Jumlahnya dari 13,1 juta pengguna pada 2011,  menjadi hanya 9,8 juta pengguna saja pada 2014. Masih sebagaimana ditulis Business-Time, “Facebook has 4,292,080 fewer high-school aged users and 6,948,848 college-aged users than it did in 2011.” Artinya, Facebook kian hari, tampaknya terindikasi kian tak diminati oleh pengguna Internet berusia muda di Amerika.

Jelas ini dapat saja berdampak pada harga iklan (dan potensi pendapatan) yang dapat dipatok (dan diraup) oleh Facebook. Mengapa? 

Seperti ditulis oleh Business-Time, anak muda adalah pangsa pasar yang paling mudah dipengaruhi oleh iklan. Dan pemasar produk atau jasa, sangat menggemari pangsa pasar anak muda. Dan karena kini Facebook mulai ditinggal oleh anak muda, maka tentu harga iklan harus disesuaikan. Ini jelas akan berpengaruh pada bisnis Facebook kedepannya, karena (calon) pemasang iklan juga akan berhitung dan mengkalkulasi ulang dengan cermat. Walau memang mekanisme iklan yang disediakan oleh Facebook, tidak melulu tentang kuantitas target (massive reach), tetapi juga selected target.

Yang jelas, bahkan setahun lalu Facebook telah diberitakan oleh The Guardian tentang mulai kehilangan pangsa pasarnya di sejumlah negara yang telah “matang” (baca: jenuh), seperti di Amerika, Inggris, Kanada, Spanyol, Perancis, Jerman dan Jepang. Ini mungkin mengingatkan kita pada kisah Friendster dan MySpace, yang sempat berjaya pada masanya, dan kemudian hanya tinggal kenangan yang makin memudar.

Di pasar yang sudah jenuh, tentu saja tidak akan ada lagi pertumbuhan pengguna yang signifikan. Pun, berdasarkan sebuah studi, para pengguna Internet berusia muda kini mulai beralih ke Twitter, Instagram dan Whatsapp. Alasannya, karena Facebook sudah “dicemari” dengan hadirnya para orang tua atau mereka yang  lebih dewasa. Dan, Facebook pun “terpaksa” menghadang Instagram dengan cara mengakuisisinya, pada April 2012.

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, dan kawan-kawannya harus memutar otak untuk mengatasi masalah di atas. Lantas salah satu solusi yang dihasilkan, Facebook harus melakukan ekspansi internasional untuk memperluas pasar layanan iklannya. Selain itu, Facebook juga mulai membidik pengguna mobile (smartphone atau tablet) sebagai target pemasangan iklannya. Pangsa pasar iklan untuk mobile secara global, masih dikuasai oleh Google sebesar 46,8% dan Facebook sebesar 21,7%.

Mengapa Indonesia?

Indonesia adalah pasar (potensial) yang besar bagi Facebook. Facebook memiliki 69 juta pengguna dari Indonesia. Facebook masuk dalam 3 (tiga) besar situs yang paling banyak dikunjungi dari Indonesia. Dan Indonesia adalah 4-besar negara dengan pengguna Facebook terbanyak.

productIndonesia memiliki jumlah pengguna Internet lebih dari 70 juta orang pada awal 2014. Adapun untuk jumlah nomor telepon seluler aktif mencapai sekitar 270 juta nomor.

Untuk itulah melalui program Internet.org, menurut TechCrunch, sebenarnya tujuan Facebook tak lain adalah untuk memuluskan (infrastruktur) bisnis iklannya. Memang tujuan Internet.org adalah mendorong agar kecepatan jaringan mobile bisa meningkat signifikan. Dan tentu saja, semakin bagus infrastrukturnya, akan semakin mulus iklan digelontorkan.

Sebagaimana diujarkan oleh salah satu petinggi Facebook, Dan Neary, beberapa bulan lalu,”mobile has become a big focus for us as a company and in our markets such as Indonesia.” Tambah VP Facebook untuk Asia Pasifik tersebut, “I think we love Indonesia from an overall market standpoint.

Jadi tak ada yang perlu dikagumi secara berlebihan dari hadirnya Zuckerberg ke Indonesia. Jelas, Facebook, sebagaimana Google, Twitter dan lainnya, memandang (dan membutuhkan Indonesia) sebagai pasar atas produk (iklan) mereka. Mereka datang ke Indonesia, karena Indonesia hebat (sebagai pasar). Kepedulian mereka tak mungkin lepas dari kepentingan bisnis. Apapun program yang mereka jalankan atau dalih yang mereka sampaikan, think again, do they really care with the Indonesian people? Silakan Anda jawab sendiri…. 🙂

Yang jelas, jika Indonesia tidak memiliki strategi dan rencana kerjasama dan negosiasi yang ajeg serta tangguh, maka akan seterusnya posisi kita hanya sebagai pasar (baca: konsumen) bagi produk Internet global. Sayang sekali…

Update 1:

Tahukah Anda, usai kunjungan Zuckerberg ke Indonesia (dan sebelumnya ke India), nilai saham Facebook beranjak naik (rebounce) pada Senin (13/10/2014)? Padahal dari Rabu (8/10/2014) s/d Jumat (10/10/2014) nilai saham tersebut sempat terjun bebas. Kebetulan? Bisa jadi. (Kunjungannya ke) Indonesia “menyelamatkan” Facebook? Sangat mungkin.

India, Indonesia dan China adalah termasuk negara “big fish to fry“, yang menjadi target ekspansi bagi Facebook. Seperti pula ditulis oleh VentureBeat, apalagi jumlah pengguna Facebook di India dan Indonesia adalah masuk dalam 4 besar secara global Sedangkan China (Tiongkok) walau memang negara yang menggiurkan bagi Facebook dari sisi jumlah pengguna Internetnya, namun perjuangan menembus  China sangatlah berat. (NB: paragraf ini juga sebagai ralat atas twit saya. Yang saya maksudkan dalam twit tersebut adalah potensi ketiga negara yang signifikan, dan seharusnya tidak merujuk pada jumlah dan/atau prosentase pengguna Internet).

Update 2:

Lalu apa yang sebaiknya dinegosiasikan kepada pihak penyedia layanan Internet global yang menggarap pasarnya di Indonesia? Setidaknya ada 3 (tiga) hal, yaitu:

  1. Memberikan jaminan atas hak dan perlindungan privasi dari pengguna layanannya. Jangan sampai data penggunanya bocor atau dibocorkan, entah kepada sektor bisnis ataupun pemerintah negara manapun tanpa legitimasi yang transparan dan akuntabel. Silakan baca artikel ini dan artikel ini untuk memulai.
  2. Membangun kapasitas sumber daya manusia di negara tempat mereka mengembangkan pasarnya. Buatlah program semacam pusat inkubasi dan inovasi teknologi, bekerjasama dengan perguruan tinggi atau simpul komunitas di sejumlah titik. Kemudian jalankan program-program yang terbuka, terstruktur dan terukur bagi masyarakat luas secara inklusif.
  3. Membantu mengembangkan kapasitas infrastruktur telekomunikasi dan Internet Indonesia. Karena biar bagaimanapun, infrastruktur di Indonesia selama ini dibangun oleh bangsa Indonesia, khususnya oleh operator telekomunikasi dan penyelenggara jasa Internet. Bisnis layanan online dari global, seperti Facebook, Google dan Twitter tinggal menggunakannya saja dan berbisnis di atas jaringan tersebut. Sekarang bagaimana agar secara win-win, pebisnis layanan online dari global tersebut juga (memiliki kesalehan sosial) turut mengembangkan infrastruktur di Indonesia.

-dbu-

Share Button

113 Comments

  1. wina says:

    pinternya Mark Z, liat Jokowi yang progresif, disamperin deh 😀

    1. donnybu says:

      dan dilakukan sebelum pelantikannya jokowi. karena sepertinya kalau sudah jadi presiden definitif (sudah dilantik), protokol-nya akan rumit 🙂

      1. anda says:

        ya mungkin gan_itu bisa jadi kalau JKW jadi presiden kemungkinan akan susah dan terbentur protokoler yang rumit

  2. “Do they really care to Indonesian People?” may be yes or may be no.. bahkan dalam charity sekalipun, apabila tidak ditindaklanjuti secara produktif oleh penerimanya, akan jadi sekedar eksploitasi dan keuntungan sepihak bagi pemberi charity.

    1. donnybu says:

      benar sekali mas dimas… karena ndak ada makan siang yg gratis… kalo kata orang bijak…

  3. Nita Roshita says:

    Huehe tinggal manfaatkan balik aja semaksimal mungkin untuk hal yg baik itu fb dan kawankawannya 🙂

    1. donnybu says:

      iya… layanannya kita gunakan agar kita makin produktif…

  4. […] membuat tulisan pendek tentang kedatangan Zuckerberg ke Indonesia Senin kemarin, namun tampaknya tulisan seperti itu telah ada, dan ditulis dengan jauh lebih baik, sehingga saya memutuskan untuk menampilkan saja pandangan itu […]

  5. Anggara says:

    Tulisan yg menarik mas 🙂

    1. donnybu says:

      terimakasih mas…

  6. a! says:

    menarik. seperti korporasi lain, fesbuk pun melihat indonesia semata sebagai pangsa pasar dibanding potensi utk produsen.

    terus piye, mas? mari ajak si mark utk bikin konten lokal. paksa mereka utk bersedia kerja sama. ;))

    1. donnybu says:

      itu google, facebook dan twitter, harusnya bisa punya program yg terbuka, terukur dan terstruktur untuk minterin orang indonesia. entah kerjasama dgn kampus2 atau simpul komunitas. di bali kayaknya cocok tuh, jadi salah satu center of innovation-nya 😉

  7. mt says:

    indonesia pasar, ya. indonesia pasar yg berani mengatur pedagang? nggak juga.

    1. donnybu says:

      padahal itu pasar tanah abang aja yg dulu penuh dgn preman aja, bisa diatur yaa… nyambung gak?

  8. andry says:

    memuluskan infrastruktur bisnis iklannya.. saya pikir tidak ada yang salah dengan ini, iklan saya pikir tidak merugikan, mau di klik monggo, engga jg gpp. dengan segala fasilitas yang diberikan facebook dan social media lain, kita dikenakan biaya Rp. 0 alias gratis, saya pikir wajar bila mereka mendapatkan pendapatan dari iklan. seperti halnya tv lokal, kita gratis nontonnya, mereka mendapat penghasilan dari iklan. itu menurut saya lho..

    1. donnybu says:

      ada ungkapan yang perlu kita simak, “jika ada produk yang gratis kita gunakan, maka sebenarnya kita adalah produk (yang dijualnya)….”

  9. Kang Gery says:

    jadi ya gituh emang ,,, tapi gpp sih kita terima dengan lapang dada, sambil nyiapin apa yang bisa diunggulkan juga dari produk indonesia sehingga bisa bersaing bebas dengan Facebook

  10. Salam kenal,

    Saya awalnya mengira tulisan ini fakta, namun ternyata sebuah analisis. Rasanya analisis ini masuk di akal. Tapi, apakah Facebook hanya melulu mencari pasar dalam setiap pergerakan Zuckerberg?

    Belum terjawab apa tujuan pertemuan dengan sosok penting seperti Jokowi? Adakah tujuan lain selain market share?

    1. donnybu says:

      analisis atas sejumlah fakta… 🙂 karena fakta jika tidak lantas diberi konteks dan disampaikan, dia tidak akan memberikan dampak apapun. jadi pro-kontra atau jika ada analisis yang berbeda, malah justru diharapkan. agar memperkaya diskusi…

  11. Yos Beda says:

    Sepakat sekali dengan ini mas Donny “karena Facebook sudah “dicemari” dengan hadirnya para orang tua atau mereka yang lebih dewasa”, saya kadang rindu dengan Friendster di masa jayanya dulu yang berisikan para ABG atau setidaknya pemuda yang tak berumur lebih dari 40 tahun, hahahaha

    1. rani says:

      “karena Facebook sudah “dicemari” dengan hadirnya para orang tua atau mereka yang lebih dewasa”
      saya juga semakin nggak ada niat untuk memainkannya lagi.

    2. melissa says:

      kalau fb dipake jualan, bayangkan hanya anak2 semua isinya, yg kalau mau beli musti lapor ortu… hihihi… hit n run semua 🙂

  12. donnybu says:

    berarti kita seumuran yaa?

  13. aris jayandrana says:

    Salam,

    Pada awal tulisan dipaarkan mengenai faktor pendorong facebook untuk melakukan ekspansi, kemudian di bagian berikutnya juga telah dijelaskan dengan baik tentang daya tarik populasi netizen Indonesia sebagai pasar iklan baru, maski baru spekulasi saya namun faktor penarik lain mengapa Indonesia didatangi baru saat setelah pilpres Jokowi adalah fenomena “People Power” dimana pada perhelatan pilpres tsb, sosmed menunjukkan versatilitasnya sebagai alat pengerah masa. Ini baru kemungkinan saja, katakanlah saya penyuka teori konspirasi, menurut saya bisa jadi Zuck tidak datang namun “didatangkan”. Bagaimana menurut saudara?

    1. donnybu says:

      bisa jadi. yg namanya pertemuan bilateral tentu harus ada kesepakatan dua belah pihak. tinggal apakah kedua belah pihak tersebut memiliki potensi keuntungan yang simetris.

  14. Telaah kritis yg keren menurut saya, makasih sharingnya mas. Salam kenal dari saya 🙂

  15. apritos says:

    Kalau dirasa-rasa analisisnya jg tuh om. Sebagian kalangan juga mulai jenuh. Mungkin 5 tahun lg indonesia jg jenuh dengan fb,

  16. Gara says:

    Kenapa Whatsapp disamakan dengan Instagram dan Twitter? Bukannya Whatsapp itu Messenger sedangkan Instagram dan Twitter adalah Social Media? Menurut saya berbeda karena Messenger itu sifatnya Private, sedangkan Instagram dan Twitter in general sifatnya Public.

    1. donnybu says:

      mungkin ini bisa dibaca juga: Facebook users in Japan losing interest http://www.japantoday.com/category/lifestyle/view/facebook-users-in-japan-losing-interest

  17. Zuckowi says:

    Minggu lalu facebook baru launching Atlas, sistem iklan cross-device yg katanya akan menyaingi google adwords. Jadi memang betul dia melihat Indonesia sebagai pasar yg besar, tapi pasar yg besar itu percuma buat dia karena akses internet di Indonesia masih relatif lambat dan belum luas. Jadi yg harus dia lakukan pertama-tama adalah membuat Indonesia melek internet sampai ke pelosok dengan pergerakan internet.org. Ini menurut saya adalah win-win solution. Yg harus diantisipasi adalah bagaimana supaya masyarakat kita nanti tidak “telanjang2” amat di dunia maya, agar data2 personal yg bisa diakses hanya sebatas untuk keperluan pengiklan.

    1. donnybu says:

      sepakat! tetapi yg terpenting, bagaimana produk dan konten indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri….

  18. edorid says:

    gw suka banget comicstripnya… 😀
    pas ama judul

  19. Ahmad Hanafi says:

    Ulasannya keren mas. Masuk banget.

    Salam

    1. donnybu says:

      terimakasih mas

  20. Adi Supriadi says:

    beredar rumor Mark Zuckerberg ketemu Pak Jokowi, karena Pak Jokowi pernah ngiklan di halaman log out fb yg hrganya sekitar 8 M/hari, selama 3 hari 😀

    1. donnybu says:

      wah, baru tau saya… hehehehe…..

  21. Ramda Y says:

    Ulasan yang menarik, Mas Donny. Apa bisa kita elaborasi lagi? Tentunya naif sekali jika ada orang-orang yang “kagum” kita didatangi (walaupun begitulah kenyataannya). Facebook is, and always is, a corporation.

    Nah, buat kita yang tidak naif, sebenarnya apa sih hal praktis yang bisa kita minta dari Facebook? Ini tentunya dalam konteks industri internet yang rule of gamenya the winner takes all, dalam hal Facebook ya seluruh negara lain juga hanya pasar. We can even argue that United States is also merely a market of Facebook. Orang sana pun juga sadar bahwa proyek internet.org, sekalipun tujuannya “mulia”, sebenarnya bertentangan dengan prinsip net neutrality karena whitelisting entitas2 tertentu dalam rangka peluasan akses internet.

    Apa yang kita sebaiknya minta? Bantuan pengembangan akses yang net-neutral? Dukungan untuk SDM IT?

    Seberapa yang “pantas”nya kita minta dan bagaimana kah seharusnya dibungkusnya?

  22. donnybu says:

    Betul mas, terimakasih atas inputnya. Saya sudah tambahkan “update 2” pada artikel di atas. Yang bisa kita coba dorong, misalnya:

    – Memberikan jaminan atas hak dan perlindungan privasi dari pengguna layanannya.
    – Membangun kapasitas sumber daya manusia di negara tempat mereka mengembangkan pasarnya.
    – Membantu mengembangkan kapasitas infrastruktur telekomunikasi dan Internet Indonesia.

    dan saya sepakat dgn koneks “net neutrality” tersebut. bahwa kerjasama facebook dgn XL, jika ternyata eksklusif, maka memang rentan mencederai “net neutrality”.

  23. rahul vikram says:

    saya suka tulisan rasional dan orang-orang yg komen tulisan di atas. semuanya berpikiran rasional, karena saya sudah eneg dgn tulisan-tulisan yang menyangkut perusahaan US selalu dikaitkan dengan konspirasi agama A, B, C dan Jokowi antek US, antek agama A atau konspirasi mahyudi. coba bandingkan tulisan di atas dgn analisis di suaranews, pks piyungan, voa-islam atau semacamnya. mereka semuanya pasti berpikiran miring. salam hangat semuanya dan salut utk semuanya

    1. donnybu says:

      memang diskusi paling enak kalau sama2 bawa data dan rasional…

  24. Bayu Arman says:

    pak jokowi sendiripun sebenernya bukannya gak kepikiran tentang yang ditulis disini sih mas …

    http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=263357

  25. Romi says:

    Dengan pengguna internet sudah mencapai 82 juta jiwa, harusnya pemerintah berani memblokir situs-situs asing seperti Cina.

    Kita bisa lihat suksesnya IPO Alibaba mengalahkan IPO Amazon dan IPO Rocket Internet. Begitu pula Baidu yang menang di negerinya sendiri. Indonesia tidak boleh hanya jadi pasar, sudah seharusnya kita jadi raja di negeri sendiri. Indonesia punya banyak social media lokal handal mulai dari Fupei, Sixreps, dan PicMix. Saya rasa sudah saatnya pemerintah mendukung penuh perusahaan lokal dan melakukan proteksi pasar.

    1. donnybu says:

      saya sepakat bahwa memang pemerintah baiknya mendorong pertumbuhan konten dan aplikasi online secara lokal. mungkin bisa dengan membantu insentif tertentu, semisal dari inkubasi hingga promosi. tapi kalau memblokir seperti china, bisa berabe urusannya 🙂

  26. Romi says:

    Indonesia tidak butuh Facebook, Facebook yang butuh Indonesia.

  27. Harusnya Jokowi bisikan ke Mark pas mereka di mobil dinas, “Maaf ya bro, tapi gua lebih milih Kaskus aja utk platform e-blusukan.”

    1. donnybu says:

      yg keren dari kaskus, bisa rebutan pejwan ya gan?

  28. Tik says:

    Waktu kampanye presiden lalu, facebook melanggar aturan privacy mereka sendiri soal tidak boleh iklan kampanye, dengan mengiklankan kampanye jokowi di halaman logout.

    Sekarang jokowi sudah terpilih mungkin facebook nagih utang yang belum dibayar 😀 nagih jatah mungkin

    1. donnybu says:

      oh ya ya? saya baru tau yg tentang tidak boleh iklan kampanye…

  29. Dayu Rifanto says:

    Tulisan yang menarik mas

  30. Aditya says:

    Wah, tulisan & analisanya tepat ya.. keren mas

  31. Kimzana says:

    Kegembiraan ini lebih karena rasa lega. Bahwa ada hal lain yang berhubungan dengan masa depan yang lebih baik untuk bangsa Indonesia, setelah bombardir berita penuh dendam kesumat dari pihak peserta pilpres yang kalah tapi mau rebound dengan cara yang bikin orang normal terengah-2 coba memahaminya. Biarlah sebagian dari kita bergembira, angin baru seperti penting untuk membangkitkan optimisme bahwa p bangsa kita bukan cuma KMP dan kegalauan dendamnya. Hehe.

    1. donnybu says:

      iya, betul… bahwa kita memang layak jadi perhatian internasional karena kehebatan kita. nah setelah jadi perhatian tersebut, what next… itu yg penting 🙂 harus ada upaya lanjutannya, jgn terlena.

  32. Plug says:

    Indonesia sah2 aja buat jadi pasar, toh kita butuh pedagang yang mau jualan di Indonesia. Tinggal siapa yg mau bikin lapak yang bisa menyaingi facebook, mau dari dalam, monggo. mau asing ya monggo..

    1. donnybu says:

      iya… asal jangan aduannya seperti “mall” vs “warung”. karena kalau yg brand global, tentu modal dan sumber daya (teknologi, sdm, dll) jauh lebih mateng daripada yg baru mulai…

  33. cahyo says:

    semoga bangsa dan pemimpin negeri ini tidak larut dalam “sihir”nya om zuckerberg, mas 🙂

  34. Ya jelas Indonesia adalah pasar yang potensial secara Facebook ga bisa masuk Tiongkok he…he…he…

    Anyway, Facebook sendiri di Indonesia sudah mulai kehilangan pamor. Anak-anak 4L4Y zaman sekarang lebih banyak main Path, Ask.fm, atau Instagram ketimbang facebook-an. Bahkan LINE sendiri bisa menjadi kompetitor mematikan buat FB.

    Belum lagi jumlah fake account yang begitu banyak di kalangan jemaah fesbuqiyah Indonesia.

    1. donnybu says:

      ini sepertinya yang memang sudah menggejala di banyak negara lain. fesbuk harus siap2, daripada kecolongan. salah satunya, ya mendekati Indonesia

  35. jupeng says:

    Waduh kok kesan tulisan ini negatif ya dgn kedatangan si mark ini, pdhl mnurut saya sah sah saja kedatangan ini buat bisnis. Smua investor dtg ke indo memang untuk mencari uang di indo, mana ada sih yg kerja sosial gratis dgn tujuan khusus untuk memajukan internet indonesia? tp toh dgn kedatangan dia kesini ga ada yg merugi jadi yah apa perlu dimasalahkan ya? klo ada yg berbangga berlebihan dgn kedatangan mark kesini lalu kenapa sih, sah sah saja kan? biarkan saja mrk bergembira, ga perlu lah lgs menghajar mimpi mrk yg baru aja muncul dgn analisa yg smua org pun sudah tau lah klo mark kesini memang untuk memperbesar peluang bisnis, terutama di asia.

    Justru saya berharap dgn kedatangan mark, para penggerak konten2 lokal makin dipacu untuk berusaha agar indonesia ga kalah gitu sama facebook..

    1. donnybu says:

      betul, sepakat… sepanjang bangsa ini bisa mandiri dari sisi teknologi dan kontennya, tentu tidak ada yg rugi. akan rugi jika data2 pribadi kita ditarik ke luar negeri, trus pemasangan iklan di sana-sini yg duitnya lari ke luar negeri juga…

  36. Setuju dengan artikel ini. Seringkali kita tidak ingat kalau Indonesia punya “posisi tawar” yang dibutuhkan oleh pasar ..

  37. wow… ulasannya bener2 berbobot, baru tau nich alasan sebenarnya. Iya bro, semua kunjungan ternyata ada maksudnya ya, apalagi Indonesia memang pangsa paling besar unt facebook. Kapan ya Indonesia bisa mandiri?

    1. donnybu says:

      Indonesia bisa mandiri, jika bareng2 kita mau memulainya dan sabar dengan prosesnya…

  38. jupeng says:

    lagian berita kedatangan mark k indo ini sebernarnya bagai angin segar buat indonesia yg blkgn ini beritanya ttg pemilu melulu, pejabat bagi2 kursi dan smua org ga bisa berbuat apa2.

  39. Hendi Santika says:

    Sungguh analisa dari fakta yang luarr biasa.
    Syukron atas tulisannya.
    Semakin membuka fikiran saya tentang kunjungan bos Facebook ini.
    hehhee

  40. Rofai says:

    Segala sesuatu memang ada kepentingannya yaa,apalagi kl bkn kepentingan pragmatis

  41. rifani says:

    Dari kemaren saya dengar kalau Jokowi minta facebook dimaksimalkan buat UKM. Besar harapan saya ini terwujud dengan baik. Masalah mereka (facebook) mau buka pasar iklan besar ya itu mungkin keuntungan buat mereka aja, asal kita ttp dapat barternya. Hehe

    1. donnybu says:

      amin….! pokoknya harus win-win…

  42. fahmi says:

    tulisannya bagus, bro. 🙂
    banyak baca ente,
    saya sih sudah bosan dengan social networking.

  43. fahrie says:

    Wahhh
    saya termasuk yang men’cemari’ FB karena berusia diatas 40 dan masih doyan ber fb-an 🙂

  44. Manisso Wira says:

    Menarik. Tulisan yg menarik.

    Jgn bilang tak ada yg “gerah” dgn tulisan brilian ini. ^_^

    1. donnybu says:

      sebenarnya tulisan ini untuk membuat gerah kita bareng2, supaya bangsa yg hebat ini ndak cuma jadi pasar. tapi harus menghasilkan sesuatu yg membanggakan juga secara global

  45. Satu ulasan yang cukup menarik dari salah satu pemerhati internet dan social media di Indonesia ini. Jika diperhatikan secara seksama memang sepertinya arah kedatangan Marck Zuckenberg ke Indonesia untuk memaksimalkan semua “potensi” yang ada. Kalau ada statement yang menyatakan bahwa bantuannya nanti TANPA BAYARAN alias GRATIS sepertinya tidak mungkin juga. Tinggal kita lihat nanti progressnya seperti apa. Hhhmmm…

    1. donnybu says:

      wuidih, terimakasih sudah mampir bang! saya sepakat, kita tunggu saja proses negosiasi antara indonesia dgn fesbuk, gugel, dll.

  46. ulasan yyang sangat bagus mas,sy sih berharap ada timbal baliknya aja seperti yg di utaran mas adryan fitra ad lampu hijau dari mark untuk membantu para UKM dalam memasrkan produknya lewat fb ads

    1. donnybu says:

      iya, kita tunggu saja… yg perlu juga ditagih itu gugel cs. mereka lapaknya jauh lebih banyak dan lebih populer daripada fesbuk dan tuiter…

  47. abibams says:

    Bisa juga benar pak apa yang anda ulaskan. Soalnya saya sendiri juga mulai jenuh dengan akun sosial media ini.

  48. Raaifa says:

    Katanya sih agak si mark bredel akun akun yang nyerang jokowi, seperti twitter matiin akunnya trio macan, hehehe.. ada-ada aja spekulasi berita.. 😀

  49. chairil says:

    biar bagaimanapundtang zkerberk kan ngasih kemajuan jug buat Indonesia
    bahkan berkat facebook saya bisa san shere artikel menarik ini…

  50. SEO Master says:

    indonesia dijajah secara terang-terangan dong, kalo gitu.

  51. mus aja says:

    biarpun begitu, keuntungannya juga ada buat indonesia. yaitu bagi mereka yang di bidang tekno.

  52. Apapun Bisnis atau Politik ada kepentingan

  53. Ulasannya sangat menarik dan membuka mata fikiran.

  54. Joko says:

    Peran media amerika nya sangat saling mendukung dalam mensukseskan komunikasi searah saja demi kepentingan mereka, sudah cukup saatnya kalau kita juga harus waspada dan kalau mereka mau bisnis di sini, nilai tambahnya harus optimal bagi bangsa, jangan mau gratis2 aja…

  55. adilkurnia says:

    Wah menarik sekali tulisannya Mas… Makasih!

  56. selliane says:

    Donbu, sepakat banget …dan boleh izin aku quote dan share ya re 3 hal nego di atas?

  57. Aloth says:

    Tidak ada planning bisnis yang dilakukan secara mendadak, masih ingatkan kita Pak Jokowi memasang iklan di halaman login FB pada saat akan pemilu presiden bulan juli lalu?? Bisa benar, tidak ada makan siang yang gratis.. dan itu mungkin berlaku juga pada saat iklan itu muncul di halaman login FB bulan juli lalu.

  58. Yanto says:

    Wah,..bener itu mas,…ujung-ujungnya nyari keuntungan di Indonesia

  59. jupeng says:

    asek baru sadar tyta blog ini masuk kompas kmrn malem & rame dibicarain org, mayan jg ya teriak2 klo mark dtg cm buat iklan di indo tyta si donny jg nulis buat dongkrak web ICT nya sendiri. simbiosis mutualisme deh jadinnya.. tp jgn terlalu bangga ya tulisannya masuk kompas, krn byk yg mencela ente. mayan lah ICT dpt iklan gratis di kompas :-/

  60. facebook sudah sangat membosankan..

  61. ino says:

    setiap langkah yang di lakukan jokowi slalu dianggap salah….
    aneh negara ini….

    1. munzr says:

      jokowi dari mukanya aja udah salah gan

  62. wahyu says:

    nice post! ulasannya disertai dengan banyak data dan fakta 🙂

  63. Adi says:

    Analisanya bagus mas, nda mungkin mark dateng tanpa ada maksud tertentu…

  64. Yuni says:

    Memang pasar Indonesia ini sangat bagus, wajar kalo Mark berjuang keras untuk masuk disini.

  65. An Nisa Al-Humairah says:

    Mas, FB jadi ga’ sih kenakan tarif Rp 36 ribu per bulan mulai 1 November 2014??
    Kalau seandainya ga’ jadi, tolong bisa kasih saya link nya ga’?
    Kalau seandainya jadi, wah jangan harap saya mau bayar tarif gituan…
    Akun FB saya mau saya tutup saja kalau seandainya ini benar-benar terjadi…

  66. Seo Umroh says:

    Selalu ada udang dibalik batu
    Kepentingan FB lebih besarlah

  67. Berbudi says:

    Selalu ada deal deal kepentingan
    Tidak ada rencana kedatangannya yg mendadak, masih ingatkan kita Pak Jokowi memasang iklan di halaman login FB pada saat akan pemilu presiden bulan juli lalu?? Bisa benar, tidak ada makan siang yang gratis.. dan itu mungkin berlaku juga pada saat iklan itu muncul di halaman login FB bulan juli lalu.

  68. irmaone says:

    Memang dibutuhkan orang yang berintegritas dan profesional di bidang yang saat ini sedang nge-trend (ICT),
    Semoga ada tokoh yang bisa mengawalnya sehingga posisi Indonesia di mata dunia tidak hanya sebagai consumer.
    Artikel ini bisa menjadi masukan untuk mereka yang ada di parlemen ataupun pejabat dan calon pejabat, sehingga bisa menjadi pertimbangan dalam menindaklanjuti perang informasi dan perebutan pasar ini.
    Trims artikel dan analisanya Mas.

  69. Imam Hatake says:

    tulisan yg bagus mas bro… lanjutkan gaya penulisan seperti ini… isinya penuh, jelas, rinci dan mudah dipahami..

  70. oka karyanto says:

    negara ini konon kumpulan orang bodoh dan orang keminter yang sama-sama serakah, makanya kalau selalu keblinger memang sudah suratan

  71. david says:

    yang namanya pengusaha pasti ada pamrihnya..,.wajar aja selama saling menguntungkan

  72. Ibudaku says:

    This is bussiness dude!

    ya seperti kata pepatah, ada gula ada semut….

  73. FB pasti ada deal kepentingan

  74. indra says:

    FB mulai membosankan,, sy merasakan juga,,

  75. prastography says:

    Yang pasti dibalik setiap pertemuan pasti ada agenda tersembunyi..
    saya juga udh mencium agenda itu pas liat beritanya di tv,dan baru mendapatkan penjelasan yang rasional dan faktual di tulisan ini..
    Nice article.. yang penting kita sebagai “pasar” juga punya posisi tawar dan harus bisa menghasilkan win-win solution yg saling menguntungkan.. No Free Lunch!

  76. Tri Wahyudi says:

    Saya setuju di point ke 3 tentang infrastuktur. Kalau ada pemain luar kan biaya akses internet bisa murah nantinya 😀

  77. luthfi says:

    Barangkali mau belajar blusukan agar dia bisa bluukan di Fb pengguna.hehehe

  78. kemarin mau mampir ke rumah ane 😀 , tapi ane lagi OTW,

  79. Toko kaos says:

    zuckerberg kaget… dia gak dikenal wajahnya di indo… ternyata pak jokowi lebih terkenal…

  80. mau beli nasi goreng jdi bos fb dateng ke indonesia

  81. Sablon kaos says:

    terima kasih infonya

  82. terimakasih informasinya, kami tunggu kunjungannya di website kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

forklift forklift kiralama ----------------------------------------------------------------------------------------------------- telefon dinleme casus telefon ----------------------------------------------------------------------------------------------------- telefon dinleme Casus telefon ----------------------------------------------------------------------------------------------- Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon Lazer Epilasyon --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- cilt bakımı ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Casus telefon Casus telefon Casus telefon Casus telefon Casus telefon Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme Casus telefon Casus telefon telefon dinleme telefon dinleme Casus telefon Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme telefon dinleme Casus telefon Casus telefon telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme telefon dinleme Casus telefon telefon dinleme telefon dinleme