<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://donnybu.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://donnybu.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Nov 2011 12:08:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Menghitung Efektifitas Buzzer dengan Click Ratio</title>
		<link>http://donnybu.com/2011/11/28/menghitung-efektifitas-buzzer-twitter-dengan-click-ratio/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2011/11/28/menghitung-efektifitas-buzzer-twitter-dengan-click-ratio/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 17:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan mudah terbujuk rayu tawaran layanan buzzer hanya berdasarkan jumlah followernya saja. Sebelumnya saya <a href="http://donnybu.com/2011/11/10/bagaimana-tarif-target-buzzer/" target="_blank">pernah memposting</a> tentang “<strong>reached</strong>” dan “<strong>impression</strong>“, sekarang saya akan pertajam dlm menghitung efetifitas buzzer melalui <strong>click ratio</strong>, alias perbandingan antara jumlah follower dan jumlah yg meng-klik URL tuitan buzzer tertentu. Tentu saja semakin besar rationya, semakin bagus dong &#8220;kualitas&#8221; buzzer tersebut. Gimana ngitungnya? Mari kita coba praktekkan langkah-langkah berikut ini:</p>
<p><span id="more-187"></span></p>
<p>Pertama, anggaplah target URL (landing page) yg ditetapkan adalah <strong>http://donnybu.com</strong>. Maka pertama yang harus kita lakukan tentunya adalah memasang <a href="http://www.google.com/analytics/" target="_blank">Google Analytics</a> pada situs tersebut. Itu prosedur standar, tidak akan diterangkan di sini.</p>
<p>Setelah itu, kemudian kita gunakan layanan pemendek URL <a href="http://bit.ly" target="_blank">http://bit.ly</a>. Sign-in yaa, jangan lupa. Karena kalau tidak sign-in, kita tidak akan diberi fasilitas yang lebih lengkap. Setelah sign-in, pada box isian, ketikkan url landing page target Anda. Misalnya <strong>http://donnybu.com</strong>/<strong>?id=yyy</strong>.</p>
<p>Saya jelaskan sedikit, jadi pada url <a href="http://donnybu.com/?id=011" target="_blank">http://donnybu.com/?id=011</a> (silakan coba di klik) sebagai contohnya, sebenarnya bagian &#8220;<strong>/?id=011</strong>&#8221; tidak akan diproses oleh browser. Anda coba saja misalnya ketik/klik <a href="http://detik.com/?kode=buntut" target="_blank">http://detik.com/?kode=buntut</a>. Lalu mengapa perlu ada tambahan tersebut? Tambahan yg sering disebut sebagai query string tersebut, sebagai penanda unik. Selain itu, jika url landingpage yg diinput di bitly sama persis, dia tidak akan memberikan short-url yg unik.</p>
<p><strong>Jadi buatlah kode unik sebanyak buzzer yang akan Anda sewa jasanya, agar masing2 buzzer memiliki short-url yg unik untuk dituit nanti.</strong> (Ingat, walah short-url tiap buzzer berbeda2, tetapi sebenarnya yg diakses oleh follower2nya adalah landingpage yg sama).</p>
<p>Lalu url dgn query string tersebut satu per satu kita input di bitly seperti di bawah ini. Buatlah misalnya http://donnybu.com/?id=011 , http://donnybu.com/?id=012, dst-nya dengan format querystring-nya suka-suka kita.  Kemudian pada bagian &#8220;shortened links&#8221;-nya, kita bisa modifikasi agar gampang diingat. Sebagai contoh, url http://donnybu.com/?id=011 short-url yg dipakai adalah <a href="http://bit.ly/dbud011" target="_blank"><strong>http://bit.ly/dbud011</strong></a> (silakan coba di-klik).<br />
<img src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/11/step-01a.jpg" alt="" /><br />
-</p>
<p>Kemudian mintalah buzzer A untuk mentuit promo yg mengajak followernya untuk visit ke <strong>http://bit.ly/dbud011. </strong>Untuk buzzer B, bisa saja misalnya yg harus dituit adalah url http://bit.ly/dbud022.<br />
<img src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/11/step-02a.jpg" alt="" /><br />
-</p>
<p>Setelah dituit oleh buzzer, maka akan muncullah hasil tuitan tadi di screen para followernya. Tetapi <a href="http://t.co/" target="_blank">mekanisme twitter</a> akan mengubah URL apapun yg diketikkan ke format http://t.co/blablabla. Maka informasi yg akan diterima oleh para follower akan menjadi seperti di bawah ini. Tinggal kemudian apakah followernya akan mengklik informasi URL/link tersebut atau tidak. Pastinya url t.co tersebut akan unik (beda-beda tiap buzzernya) berdasarkan url awal yg diinput.<br />
<img src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/11/step-03a.jpg" alt="" /><br />
-</p>
<p>Nah untuk mengetahui apakah suatu URL/link yg dituit buzzer itu diklik atau tidak, silakan kembali sign-in ke halaman bitly. Maka akan bisa dilihat bahwa <strong>bit.ly/dbud011</strong> telah diklik 8 kali. Kebetulan saya telah mengkliknya sebanyak 4 kali menggunakan ubersocial di BB (dgn akun twitter A) dan terbuka di BB browser, dan 4 kali klik lainnya melalui browser firefox di laptop dari url <a href="http://twitter.com/dbudonnybu" target="_blank">http://twitter.com/dbudonnybu</a><br />
<img src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/11/step-04a.jpg" alt="" /><br />
-<br />
Kalau kita klik infoplus <strong>dbud011+</strong> di atas, maka hasilnya bisa kita lihat di bawah ini. Kita akan bisa mendapatkan sejumlah grafik statistik yg dapat membantu kita menilai kinerja buzzer berdasarkan jumlah klik yg dihasilkan dari followernya + jam aktifnya. Dapatkah seorang meng-klik beberapa kali link/url tersebut dan tetap dihitung? Ya sangat dapat, buktinya 8 klik di bawah ini dilakukan oleh saya seorang diri, tapi memang dari 2 piranti yg berbeda (BB dan laptop).</p>
<p><img src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/11/step-05a.jpg" alt="" /><br />
-</p>
<p>Untuk memberikan hitungan yang lebih pasti, agar meminimalisir jika ada buzzer yg bermain curang dengan melakukan repetisi klik (klik berulang, entah oleh dirinya sendiri atau menggunakan akun twitter lain) maka perlu kita pakai alat bantu ukur lain seperti dijelaskan di awal artikel ini, yaitu <strong>Google Analytics</strong>. Pada Google Analytics, kita bisa melihat <strong>traffic sources</strong> berdasarkan <strong>referring sites</strong>. Salah satu referring sites yg akan cukup dominan adalah tentu dari http://<strong>t.co</strong> (standar short-url dari twitter). Contohnya seperti di bawah ini.<br />
<img src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/11/step-06.jpg" alt="" /></p>
<p>-</p>
<p>Jika kita klik link source <strong>t.co</strong> di atas, maka akan tampak kurang lebih data seperti di bawah ini. Ini saya ambil dari google analytics yg dipasang di situs <a href="http://internetsehat.org" target="_blank">InternetSehat.org</a>. Maka akan tampak url-url unik (beda-beda) dari http://t.co/blablabla dgn data jumlah visits, pages per visit, average time on site dan % new visits. Tinggal kita cocokkan saja, URL unik tersebut sebenarnya milik buzzer siapa.</p>
<p>Adapun dari gambar di bawah, sebagai contoh, bisa dilihat bahwa referral path tertentu (kita ambil yg paling atas) menghasilan % new visits <strong>82,95%</strong> (dibulatkan menjadi 83%). Ini berarti, dengan sistem penghitungan dan analisis pengunjung yg digunakan oleh Google Analytics, maka dapat diketahui bahwa 83% dari <strong>88</strong> orang yg visit (mengklik) link dari buzzer A, adalah orang yg memang belum pernah mengunjungi (mengklik) link tersebut, setidaknya dari gadget yg sama. Jadi dari situ bisa kita ketahui berapa angka (mendekati) riil jumlah mereka yg mengklik dan/atau mengunjungi situs yg dipromosikan oleh buzzer A, buzzer B dan seterusnya.</p>
<p><img src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/11/step-07.jpg" alt="" /><br />
-</p>
<p>Lantas terakhir, setelah kita ketahui jumlah klik atau kunjungan yg terjadi, tinggal kita perbandingkan dgn total jumlah follower untuk mendapatkan <strong>click ratio</strong>. Misal jika menggunakan contoh data di atas, maka jika buzzer A punya<strong> 1000 follower</strong> dan menghasilkan 73 klik atau visit (dari 88 visits dikali 83% new visits), rationya adalah <strong>73 : 1000</strong>, atau <strong>7,3%</strong>.</p>
<p>Dengan demikian, kita bisa saling membandingkan nilai tawaran jasa buzzer tidak lagi sekedar dari jumlah followernya, tetapi juga dari<strong> click ratio</strong> atau <strong>efektifitas klik</strong> yg dihasilkannya. Sangat mungkin juga jika skema layanan buzzer kemudian menjadi <strong>pay-per-click</strong>. Itu tergantung bagaimana model bisnis yg disepakati saja antara buzzer dgn pihak yg akan menggunakan jasanya.</p>
<p>Demikian, mudah2an bermanfaat. Btw, thanks to mas <a href="http://twitter.com/tjatur" target="_blank">@tjatur</a> yg sudah memberi inspirasi dan pengetahuan kepada saya sehingga artikel ini ada <img src='http://donnybu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>-dbu-</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2011/11/28/menghitung-efektifitas-buzzer-twitter-dengan-click-ratio/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Sebaiknya Tarif dan Target Buzzer?</title>
		<link>http://donnybu.com/2011/11/10/bagaimana-tarif-target-buzzer/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2011/11/10/bagaimana-tarif-target-buzzer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 03:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana mem-valuasi nilai seorang <a href="http://www.detikinet.com/read/2011/03/24/152833/1600520/398/dilema-seorang-buzzer-di-twitter" target="_blank">buzzer</a> (pengguna twitter yg melakukan promosi suatu produk/jasa)? Saat ini tak sedikit para (calon) pengguna layanan buzzer hanya disuguhi data jumlah follower dan <a href="http://klout.com" target="_blank">klout score</a> sebagai data untuk melakukan negosiasi tarif. begitu tarif disepakati, pembayaran dilunasi, buzzer kemudian melakukan tweet promosi. selesai! sekarang, cukupkah itu saja?</p>
<p><span id="more-155"></span>jika hal tersebut adalah praktek yg biasa terjadi, menurut saya itu seperti membeli kucing dalam karung. dalam praktek periklanan, memang luasnya cakupan (target audience) menjadi salah satu penentu tarif. semakin luas cakupannya akan semakin mahal tarifnya. kalau dalam media cetak, kita bicara oplah. di media televisi, kita bicara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nielsen_ratings" target="_blank">share dan rating</a>. sedangkan di media online, kita bicara <a href="http://donnybu.blogdetik.com/2008/03/09/3-hal-mudah-paham-statistik-website/" target="_blank">pageviews dan unique visitors</a>.</p>
<p>di media televisi dan online, teknologinya memungkinkan untuk mengukur jumlah mereka yg diterpa (exposed) oleh suatu pesan/informasi. kita bisa tau, walau tidak akan jitu 100%, berapa orang yg melihat iklan A di TV atau di web. dengan demikian, tarif iklannya menjadi lebih fair.</p>
<p>-</p>
<p><strong>efektifitas buzzer</strong></p>
<p>lalu bagaimana mengukur efektifitas buzzer? kurang lebih cara mengukurnya sama, yaitu tidak hanya bicara soal jumlah followernya (yg &#8220;terhubung&#8221; 24 jam), tetapi berapa banyak pengguna twitter yg terpapar pesannya.</p>
<p>untuk buzzer, unit pengukuran setidaknya ada 2, yaitu &#8220;<strong>reached</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>impression</strong>&#8220;. reached adalah mengukur berapa banyak orang yg menerima pesan, sedangkan impression adalah berapa kali suatu pesan diterima oleh orang.</p>
<p>jadi jika seorang buzzer dgn follower 1000, lalu mentwit suatu promo, maka reached-nya otomatis akan &#8220;dianggap&#8221; mencapai 1000 dgn impression perdana sebanyak 1000 pula. tetapi jika pesan tersebut di RT oleh followernya, maka impressionnya bisa meningkat tinggi</p>
<p>walaupun tentu kita paham, tdk semua pesan dpt (sempat) terlihat oleh seluruh follower dlm suatu waktu, krn bisa saja sedang tidak memantau timeline, tidak melakukan refresh, pesan terlewatkan, dll. tapi setidaknya, reach dan impression tersebut dapat menjadi salah satu alternatif ukuran yg ada saat ini.</p>
<p>jika masih bingung dgn reach vs impression, silakan lihat penjelasannya di situs <a href="http://help.tweetreach.com/entries/139336-understanding-the-tweetreach-report" target="_blank">tweetreach</a>. di situs tersebut bahkan dijelaskan bahanya jika promosi kita &#8220;<strong>low reach, high exposure</strong>&#8220;.</p>
<p>-</p>
<p><strong>pilih buzzer</strong></p>
<p>dgn menggunakan 2 ukuran di atas, maka akan menjadi menarik ketika buzzer A dan B memiliki jumlah follower yg sama, tetapi &#8220;impression&#8221;-nya bisa berbeda. Atau sangat mungkin, walau buzzer A jumlah followernya lebih sedikit dari B, tetapi impressionnya lebih tinggi.</p>
<p>di sini para calon pengguna buzzer sudah bisa mulai menghitung biaya, menentukan target capaian dan memilih buzzer yg cocok. jelas, yg diharapkan seharusnya adalah impression, tidak lagi cuma sekedar jumlah follower.</p>
<p>untuk mengejar impression yg tinggi, bisa saja pilihannya dgn cara menggunakan segelintir buzzer dgn jumlah follower yg fantastis ATAU menggunakan buzzer yg banyak dgn jumlah follower yg rata-rata.</p>
<p>tp yg harus diingat, ini bukan sekedar penghitungan matematis. di matematika, 2 (buzzer) x 5 (follower) = 5 (buzzer) x 2 (follower) = 10 (reach). tetapi bicara impression, ini adalah bicara kesediaan para follower untuk me-RT dan/atau me-reply pesan yg disampaikan. reach boleh sama, tetapi impression bisa beda jauh!</p>
<p>-</p>
<p><strong>terukur dan tertarget</strong></p>
<p>tergantung sepenuhnya pada 1-2 buzzer (berfollower banyak) untuk mengejar target impression akan cukup beresiko. kita harus piawai menilai apakah buzzer tersebut cukup pandai mengemas pesan,bgmn popularitas buzzer tsb di ranah online,  benarkah produk yg disampaikan cocok dgn citra diri buzzer, dan apakah followernya merupakan sasaran yg tepat untuk produk tersebut.</p>
<p>tentunya, tidak akan mudah menganalisis seluruh variabel di atas secara persis. meskipun demikian, usahakan &#8220;<strong>don&#8217;t put all eggs in one basket</strong>&#8220;. tergiur mentah2 pada tawaran buzzer hanya pada jumlah followernya saja, sudah bukan jamannya lagi <img src='http://donnybu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>akan lebih baik kalau target dan tarif buzzer yg disepakati adalah berdasarkan jumlah impression yg (akan) dihasilkan dgn kata kunci or hashtag tertentu. dapat sekian impression, dibayar sekian rp. sehingga perhitungan bisa transparan, terukur, tertarget dan fair.</p>
<p>bahwa kemudian (berapa) Rp per impression mau dihitung dari apa/bgmn, ya terserah saja. apa dari budget yg tersedia, apa dari rata2 Rp per impression di media lain, atau dari tarif rata2 buzzer2 lain. jgn susah2 <img src='http://donnybu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>nb:</p>
<p>untuk lebih memahami reach vs impression, bisa dicoba2 gratis di situs <a href="http://tweetreach.com" target="_blank">http://tweetreach.com</a></p>
<p>-</p>
<p><strong>-dbu-</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2011/11/10/bagaimana-tarif-target-buzzer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel Nge-Bully atau Sekedar Kurang Peka?</title>
		<link>http://donnybu.com/2011/10/14/artikelbully-atau-sekedar-kurang-peka/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2011/10/14/artikelbully-atau-sekedar-kurang-peka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 02:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Think before posting</em> memang anjuran yg universal dan berlaku mutlak. Cuma memang suka ada yg mungkin karena silap, jadinya suka posting sesuatu yang kemudian dpt berimbas pada hal yg (dianggap) buruk. Semalam (13/10/2011) saya melakukan kritik keras via twitter tentang <a href="http://salingsilang.com/baca/gempa-bali-anishade-dan-hariissani-di-bully" target="_blank">artikel ini</a> di salingsilang.com. Why?</p>
<p><span id="more-146"></span>Di artikel tersebut ditulis bahwa si korban yg di-bully (karena postingan ybs di twitter yg dianggap tak pantas), adalah &#8220;bukan siapa-siapa&#8221;. Secara pemilihan bahasa, sebenarnya ini ndak masalah. Tetapi komunikasi itu adalah teknik memahami konteks. Dlm kultur komunikasi yg <em>high-context</em>, sebuah kata/kalimat tak bisa serta-merta hanya punya satu makna. Penggunaan kata &#8220;bukan siapa-siapa&#8221; itu bisa jadi memang tak bermaksud mendeskriditkan ybs. Mungkin kalau dalam bahasa bule, akan digunakan kata &#8220;<strong><em>they are common people</em></strong>&#8220;. Adem bukan? <img src='http://donnybu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi itu tadi, karena kita ini dilingkupi bahasa2 high-context (penuh makna, simbolik, kontekstual), maka &#8220;bukan siapa-siapa&#8221; tadi dpt juga diterjemahkan menjadi &#8220;<em><strong>they are nothing</strong></em>&#8220;. Jadi beda bukan maknanya? Inilah perlu kearifan penulisnya untuk menambahkan penjelasan, apa sih yg dimaksud dgn &#8220;bukan siapa-siapa&#8221; dlm tulisan tersebut.</p>
<p>Pun harus diingat, secara kontekstual tulisan &#8220;bukan siapa-siapa&#8221; tersebut disampaikan oleh sebuah institusi yg menaungi sekian banyak tuips pilihan (memiliki jumlah follower banyak, yg dikenal dgn sebutan <em>buzzer</em>) untuk keperluan program komunikasi mereka.</p>
<p>Ini memang soal sensitifitas pemilihan kata/kalimat, dan bagaimana kedewasaan pembaca memaknainya. Problemnya, tulisan tersebut kemudian sampai harus menyebutkan nama akun twitter, berapa jumlah follower dan nama asli mereka yg sedang jadi korban bully tersebut.</p>
<p>Nah pertama, <strong>tak ada yg salah, tapi kurang peka</strong>. Karena dari postingan artikel tersebut bisa memiliki makna lain bahwa si korban adalah &#8220;bukan siapa-siapa&#8221; karena &#8220;jumlah follower&#8221;-nya yg sedikit. Naifkah jika ada pembaca yg berpikir seperti itu? Tentu tidak, sebab sekali lagi, ini masalah konteks komunikasi dan kepekaan.</p>
<p>Kedua, <strong>tak ada yg salah, tapi kurang beretika</strong>. Karena dalam postingan artikel tersebut seakan &#8220;dikorek&#8221; informasi yg mungkin adalah privasi ybs, seperti nama lengkap, profesi dan lokasi. Dgn membeberkan data selengkap2nya, ini sama saja dgn mengeskpos si korban bully tersebut lebar2 kepada publik yg kemudian dpt memancing reaksi2 negatif lainnya kepada ybs.</p>
<p>Lho bukannya data2 tersebut memang ditulis di twitter akun mereka? Ya memang, tetapi tetap perlu ada batasan dalam membeberkan data privasi seseorang. Apalagi di ranah online, catatan yg telah terposting akan abadi selamanya. Dan bayangkan efeknya, jika kemudian ybs suatu saat nanti harus mencari pekerjaan atau ada keperluan lainnya, tetapi nama aslinya terekam abadi di Internet atas sesuatu yg sebenarnya telah disesalinya sejak awal.</p>
<p>Bahwa orang lain toh bisa saja tahu data2 diri ybs dgn berbagai cara, ya biarkan saja. Tetapi setidaknya jangan kita membantu menanamkan potensi-potensi yg dpt merugikan diri ybs jauh lebih besar di kemudian hari.</p>
<p>Karena kalau kita tak pandai membatasi diri atas penulisan dan pengungkapan ke publik tentang privasi seseorang, maka suatu saat itu akan jadi bumerang atas diri kita sendiri dalam konteks kebebasan berekspresi. Kok bisa? Ya, karena kebebasan berekspresi haruslah seiring sejalan dgn konteks bebasnya pelaku ekspresi atas hal2 yg tak relevan atau dpt merugikan dirinya.</p>
<p>Tak akan mungkin orang bisa bebas berekspresi jika dirinya merasa bebas. Bukan soal terancam harta atau nyawa, tetapi cukup diancam dibeberkan data privasi diri ataupun keluarganya. Di ranah Internet yg berjejaring ini, sangat mudah untuk menentukan seseorang sedang dimana, bersama siapa dan berbuat apa <img src='http://donnybu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sehingga mudah dipahami, dan saya sangat mendukung, bahwa banyak pelaku kebebasan berekspresi memilih untuk stay anonym atau pseudonym (pakai nama/identitas palsu). Karena alasann untuk mereka yg anonym/pseudonym intinya hanya karena 2 hal: <em><strong>freedom of constraint </strong></em>atau <strong><em>freedom of responsibility</em></strong>. Mereka yg punya niat positif, tentu alasannya adalah yg pertama. Sedangkan yg memang niatnya negatif, alasannya adalah yg kedua. Hal ini mungkin akan saya tulis lebih lengkap dikesempatan lain <img src='http://donnybu.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi kembali lagi ke kasus di atas, pembeberan informasi privasi si korban kepada publik tanpa seijin ybs melalui media apapun, &#8220;seolah&#8221;  <strong><em>encouraging others to harras the victim</em>.</strong></p>
<p>Bagi penulis artikel tsb, mungkin memang tidak punya niatan untuk itu. Dan saya yakin memang demikian. Saya kenal cukup baik dgnnya, tetapi kritik atas tulisannya akan lebih baik saya sampaikan dalam bentuk tulisan (ini) juga agar bisa menjadi catatan terbuka bagi kita semua.</p>
<p>Nah, artikel yg ditulis oleh kawan saya tsb, ternyata dpt saja (dan terbukti sudah) ditanggapi lain oleh pembacanya. Toh menurut saya, sepandai2nya dan sebijak2nya kita menulis dan menata kata/kalimat dalam tulisan, kita tdk akan dapat mengontrol atau memprediksi secara persis apa reaksi dari setiap pembacanya.</p>
<p>Para penulis hanya perlu lebih beretika dan sensitif, apalagi jika terkait dengan kenyamanan/keamanan diri seseorang baik di offline ataupun online.</p>
<p>Lalu apakah artikel tersebut merupakan cyberbully atau bukan? Bisa jadi bukan! Dan saya minta maaf kepada seluruh follower tuit saya karena sempat emosional + gegabah <a href="http://twitter.com/#!/donnybu/status/124442529843265537" target="_blank">mentuit</a> bahwa <a href="http://salingsilang.com/baca/gempa-bali-anishade-dan-hariissani-di-bully" target="_blank">artikel tsb</a> di salingsilang.com adalah (yakin) bully. Untung sempat diingatkan oleh sahabat saya mas <a href="http://anggara.org" target="_blank">anggara</a> dan <a href="http://hermansaksono.com" target="_blank">hermansaksono</a> dan kawan2 tuips lainnya. Tetapi yang jelas salah satu trik untuk mulai atau membuka kesempatan pem-bully-an adalah pengungkapan data personal, memposting foto korban tanpa seijin ybs, dst-nya. Silakan baca tentang apa itu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cyber-bullying" target="_blank">cyberbully</a>.</p>
<p>Demikian, postingan artikel saya ini sebagai penebusan &#8220;dosa&#8221;. Dosa apa? Baca <a href="http://twitter.com/#!/donnybu/status/124656078972649473" target="_blank">ini</a> dan <a href="http://twitter.com/#!/donnybu/status/124656852855304192" target="_blank">ini</a> aja deh&#8230;. <img src='http://donnybu.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-dbu-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2011/10/14/artikelbully-atau-sekedar-kurang-peka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media Rakyat, Saatnya Kita Jadi Produsen Informasi!</title>
		<link>http://donnybu.com/2011/07/14/pesta-media-rakyat-saatnya-kita-jadi-produsen-informasi/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2011/07/14/pesta-media-rakyat-saatnya-kita-jadi-produsen-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 15:02:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-137" title="pesta-media-rakyat" src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/07/pesta-media-rakyat.jpg" alt="" width="450" height="350" /></p>
<p>-</p>
<p>Tahun ini tahunnya pesta media rakyat! Anda yang memang punya kepedulian terhadap rakyat dan ingin memberdayakan mereka melalui media informasi, maka ada sejumlah program hibah yang bisa Anda coba! Push kreativitas dan imajinasi Anda or bersama rekan2 Anda yang lain. Gali sisi social-entrepreneurship dari diri Anda, dan wujudkan dalam bentuk proposal!</p>
<p>Ya, setidaknya ada 2 kompetisi mendapatkan dana hibah bergengsi yang bisa Anda jadikan ajang pembuktian ide, motivasi, kemauan dan kemampuan. Yaitu yang pertama,<strong><a href="http://www.changemakers.com/id/mediarakyat" target="_blank"> Inovasi Global Media Rakyat</a></strong> yang diusung oleh <a href="http://ashoka.org" target="_blank">Ashoka</a> dan didanai oleh <a href="http://google.com" target="_blank">Google</a>. Selain itu, ada juga <strong><a href="http://ciptamedia.org" target="_blank">Cipta Media Bersama</a></strong> yang didukung oleh <a href="http://fordfoundation.org" target="_blank">Ford Foundation</a> bekerjasama dengan <a href="http://wikimedia.or.id" target="_blank">Wikimedia Indonesia</a>, <a href="http://ictwatch.com" target="_blank">ICT Watch Indonesia</a> dan <a href="http://ajiindonesia.org" target="_blank">Aliansi Jurnalis Indonesia</a>.</p>
<p>So, tahun ini memang tahunnya pesta media rakyat! Berhentilah cukup puas sekedar menjadi konsumen informasi. Kini saatnya Anda berkeringat membangun bangsa ini, dengan menjadi, mendorong dan mewujudkan pribadi / komunitas  masyarakat produsen informasi!</p>
<p>-dbu-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2011/07/14/pesta-media-rakyat-saatnya-kita-jadi-produsen-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Civic Media, Journalism &amp; Social Media</title>
		<link>http://donnybu.com/2011/06/20/civic-media-journalism-social-media/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2011/06/20/civic-media-journalism-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 17:28:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-129" title="donnybu-ashoka-fellow" src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/06/dbu-us-board.jpg" alt="" width="450" height="350" /></p>
<p>Sebagai <a href="http://ashoka.org" target="_blank">Ashoka</a> Fellow, saya mendapatkan undangan untuk menghadiri 2 (dua) acara yang menarik. Pertama, yaitu workshop tentang jurnalisme &amp; media sosial, diselenggarakan oleh <strong>International Center for Journalists</strong> (<a href="http://icfj.org">IJFC</a>), di Washington DC, dari tanggal 15 s/d 21 June 2012.</p>
<p>Kemudian dari tanggal 22 s/d 24 Juni 2012, saya (akan) menghadiri konferensi internasional <strong><a href="http://civic.mit.edu/conference2011" target="_blank">Civic Media Conference</a></strong> yang diselenggarakan oleh kampus <a href="http://mit.edu" target="_blank">MIT</a> dan <a href="http://knightfoundation.org" target="_blank">Knight Foundation</a>, di kampus MIT &#8211; Cambridge, Boston.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-130" title="donnybu-icfj-knight-kit" src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/06/dbu-us-kit.jpg" alt="" width="450" height="338" /></p>
<p>Sehari sebelumnya, pada tanggal 14 Juni 2011, saya mendapatkan kesempatan untuk berbagi ide dan pengalaman kepada teman-teman di <a href="http://www.voanews.com/indonesian/news/" target="_blank">Voice of America</a> (VOA) layanan Indonesia dalam bentuk wawancara.  By the way untuk seluruh pengalaman dan materi yang saya dapatkan selama mengikuti kegiatan di AS, pastinya akan saya share ke rekan2 / komunitas.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-131" title="dbu-interview-voa" src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/06/dbu-us-voa.jpg" alt="" width="450" height="357" /></p>
<p>-dbu-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2011/06/20/civic-media-journalism-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daripada Mengutuk Kegelapan&#8230;</title>
		<link>http://donnybu.com/2011/05/15/daripada-mengutuk-kegelapan/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2011/05/15/daripada-mengutuk-kegelapan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 May 2011 09:38:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-large wp-image-123" title="linimassa-buku-film" src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2011/05/linimassa-buku-film-1024x768.jpg" alt="" width="540" height="405" /></p>
<p>Gambar di atas adalah buku dan dvd film <strong>@Linimas(s)a</strong> besutan temen2 <strong><a href="http://internetsehat.org" target="_blank">@internetsehat</a></strong> and the gank. Untuk produksi film-nya, saya dapet tanggung-jawab sebagai produser eksekutif.  Kerjanya ya selain mikirin konsep/konten ceritanya, juga nyariin duitnya, promosinya, dll. Trus untuk bukunya, saya kebagian sebagai editor. Ngapain? Ya samalah kurang lebih, nyariin penulis2 keren yg mau bantu nulis artikel, mikirin ide soal disain (layout), dan (lagi2) nyariin duitnya untuk produksi <img src='http://donnybu.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Produksi film dan buku ini, menyita waktu luar biasa. Jadi saya jarang ngeblog. Ngeles? Iya, biarin :p tapi saya pernah sharing di acara peluncuran <strong><a href="http://aseanblogger.com/?p=626" target="_blank">asean blogger</a></strong>, belum lama berselang. saya katakan, bahwa sekarang yg namanya ngeblog itu bukan lagi mutlak cuma tulis-menulis. bagi saya, ngeblog itu adalah berkarya. apakah berkarya melalui tulisan, gambar, audio maupun video. ngeblog itu ya skrg bisa di flickr, youtube, dll.</p>
<p>so balik lagi, saya ingat twit keren dari guru saya, <strong><a href="http://twitter.com/budionodarsono" target="_blank">@budionodarsono</a></strong> kapan lalu, &#8220;daripada mengutuk kegelapan, lebih baik menyalakan lilin&#8230;&#8221;</p>
<p>buku dan film di atas, dimana ada sedikit keterlibatan saya didalamnya, adalah upaya &#8220;menyalakan lilin&#8221; tersebut. daripada sibuk mengutuk sana-sini melalui media sosial, sibuk plintar-plintir omongan, kritik berbalas kecaman, kecaman berbalas makian&#8230;. capek dehhh&#8230;&#8230;</p>
<p>so, saya mengajak teman2 yg masih punya kewarasan&#8230; mari berkarya! biar sedikit, setidaknya anda tidak termasuk orang2 yang sibuk mengutuki kegelapan malam. biar saja mereka tersandung dan kejebur got!</p>
<p>nb:</p>
<p>- untuk informasi tentang film @linimas(s)a, silakan ke <a href="http://linimassa.org" target="_blank">http://linimassa.org</a>. adapun untuk informasi tentang bukunya, tunggu yaa (btw nanti versi e-booknya dapat didownload bebas!)</p>
<p>-dbu-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2011/05/15/daripada-mengutuk-kegelapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interview Ashoka with Fellow Donny B.U.</title>
		<link>http://donnybu.com/2011/03/12/interview-with-ashoka-fellow-donny-b-u/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2011/03/12/interview-with-ashoka-fellow-donny-b-u/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 06:07:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><em>Donny  B.U.  is creating a suite of strategies that put Indonesia’s 38 million  Internet users in charge of their own freedom of expression. His  Internet Sehat (Healthy Internet) project encourages responsible  Internet use by engaging many thousands of teachers, parents, and  students to improve their online literacy and skills through various  training and workshops in partnership with schools or held openly in  public places. As part of this training, citizens encounter and agree to  a “virtual code of conduct” that discourages the negative excesses of  online activity.</em></div>
<div>(Sumber<a href="http://www.changingasia.org" target="_blank"> http://www.changingasia.org</a>)</div>
<div><em><br />
</em></div>
<div id="attachment_318"><a href="http://www.changingasia.org/files/2011/03/donnybu01.jpg"><img src="http://www.changingasia.org/files/2011/03/donnybu01-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Donny B.U.</p>
</div>
<p><em>1.      You have just been elected as an Ashoka Fellow. What impact has that had on your work?</em></p>
<p>Being selected as an Ashoka Fellow is a respected award for the whole  team, not just me alone. And its impact, in addition to expanding the  network, can also inject us with the spirit to work harder and smarter.</p>
<p><span id="more-110"></span></p>
<p><em>2.      How did the Ashoka selection process impact you?</em></p>
<p>Incredibly.  I learned a lot of interesting ideas which were down to  earth and had the potential to have a big impact on the surrounding  community. In addition, panelists  on the Ashoka team who interviewed  me, are the ones who really devoted themselves, their time, knowledge  and experience to the community. The selection process was actually a  tremendous learning process for me to develop and implement new ideas  with the team.</p>
<p><em>3.      What are some of the major challenges you have faced in your work and how did you overcome them?</em></p>
<p>There are still many people who underestimate what we’re doing. At  first glance it seems just like education or advocacy that wastes time  and money. Actually that’s just one channel we use to touch or reach the  general public. For those who want to talk about the process, we will  be happy to explain the strategy of our movement. But for those who  prefer instant to see the results, we ask them to be patient and just  enjoy the process we’re running.</p>
<div id="attachment_321"><a href="http://www.changingasia.org/files/2011/03/ashoka01.jpg"><img src="http://www.changingasia.org/files/2011/03/ashoka01-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Sharing with students of Bogor Agriculture Institute on Study Visit at ICT Watch Basecamp &#8211; Pasar Minggu (January 2011)</p>
</div>
<p><em>4.      Where do you draw inspiration and strength?</em></p>
<p>There are always new things that can spark inspiration as well as  strengthening the spirit of the program with each opportunity to discuss  directly with relevant communities and civil society. Besides that, my  parents shaped me. While still active in the military and I was a kid,  my father often took me for a visit from barrack to barrack, having  casual and informal dialogue with the family of low-ranking soldiers.  Being persistent is a trait I obtained from my father.</p>
<p>Meanwhile, my mother showed me how to become sensitive to the  surrounding community. My mother used to often give free English  language training for children in our housing complex,  including training in traditional music for soldiers’ wives and various  bazaars for local people.</p>
<p><em>5.      What are some books and films which have had impact on you (if any)?</em></p>
<p><a href="http://www.thomaslfriedman.com/bookshelf/the-world-is-flat" target="_blank">“The World is Flat”, written by Thomas Friedman</a> and <a href="http://oreilly.com/catalog/9780596007331/" target="_blank">“We The Media”, written by Dan Gillmor</a> are two books that I like best. The book essentially tells us that in  the information age now, anyone who can process and produce information  and can achieve what is desired.</p>
<p>For movies, nothing can beat the <a href="http://www.hbo.com/band-of-brothers/index.html" target="_blank">“Band of Brothers”</a> by Steven Spielberg and Tom Hanks. For me, this is not a film about the  war. This is a story of loyalty, hard work ethic and cooperation among  the team.</p>
<p><em>6.      Who has inspired you greatly and why?</em></p>
<p>In Indonesia, I admire the late Abdurrahman Wahid, former President of the 4<sup>th</sup>.  With his simplicity and limitations, he still had a fighting spirit for  humanitarianism and pluralism. For honorable person from other country,  I like Mother Theresa. “If you cannot feed a hundred people, then feed  just one”, is one of Mother Teresa’s wise words that  inspires me.</p>
<div id="attachment_319"><a href="http://www.changingasia.org/files/2011/03/ashoka04.jpg"><img src="http://www.changingasia.org/files/2011/03/ashoka04-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Donny,  with his mentor, Onno Purbo (Ashoka Senior Fellow) at Internet Sehat  booth at Jagongan Media Rakyat (Citizen Media Fiesta) event, Jogja  National Museum &#8211; Jogja. (July, 2010)</p>
</div>
<p><em>7.      You used to be  addicted to the internet. What was the turning point for you to realize  your addiction, decide to break it       and how did you break the  addiction? How did that experience influence your work?</em></p>
<p>I started using the Internet around 1995 while still in college. At  that time my life got slowly sucked into the virtual world via IRC  (Internet Relay Chat). At the worst point, I used to be an online for  almost 18-20 hours a day, and only stopped to sleep for a while. I even  ate in front of the monitor. Until one day the phone in my house finally  got totally disconnected. This is because the bill increased  tremendously. That was around 1997, when the Internet was still using  dial-up. So there was no Internet at home. Internet cafes were still  rare at that time and could still be quite expensive. I experienced  withdrawal symptoms, searching for Internet access by all means. Like it  or not I was like in a daze.  But that’s when I was slowly made aware. I  was aware that the life I lived in the virtual world at that time was  one form of severe addiction. Then I replaced my habits on the Internet  from chatting with other useful things such as creating  websites. Not long after that, I worked part time as a webmaster while  continuing my undergraduate studies. Then while continuing the Masters  program (postgraduate), I worked as an IT journalist. Based on my  knowledge of IRC, I was doing research about the underground virtual  community for my postgraduate thesis. The experience I had above later  became one of the important points in preparing our Internet safety  program activities with the target families, teachers, and school-age  children.</p>
<p><em>8.      What have you have learnt from the internet users you work with?</em></p>
<p>Use of the Internet to search for, process and produce information  correctly, will grow the tremendous potential of the community in  various related fields.</p>
<p><em>9.      What have you learnt about yourself from this journey?</em></p>
<p>I’m impulsive and a risk taker. Teammates often protested, because  sometimes I would conduct certain activities without any explanation  beforehand. Yes that’s me. When the idea comes suddenly from nowhere,  then I will just do it. Sometimes it’s because I just want to take  advantage of the momentum. Or sometimes I just trust my intuition. For  that, I sometimes dare to take risks. Rapid decision making is certainly  not because I am reckless, but based on my previous experiences. I try  to quickly analyze the opportunities and challenges that might happen  and think about strategy. If a thing is worth fighting for, then I will  do my best as fast and as far as I can.</p>
<p><em>10.      Which strengths and virtues of yours have been most useful during your journey? Could you give examples of how?</em></p>
<p>I try to be patient and egalitarian when undergoing the process of  change. For example, the Internet Healthy program required about 7-8  years to finally be accepted and adopted widely by the public and  government. I and the team often position themselves as servants of the  community, when running activities for the community. Being egalitarian,  in our opinion, is not positioning ourselves as a party who knows  better. Together with communities, we explore the potential and local  wisdom to be developed. At each event with the community, I prefer the  informal atmosphere where we are casual and sit on the floor together  rather than have events in a luxury building with a stage and so forth.</p>
<p><em>11.   Any plans to take your work to the English-speaking internet user world?</em></p>
<p>We are preparing and running the plan. One way is to make a video  documentary about the use of social media in Indonesia. The title of the  video is “linimassa” or “timeliners”. This is Indonesia’s first  documentary about the use of social media to perform various actions of  social movements in Indonesia. This video is subtitled in English and  is 45 minutes in duration. In mid-March, the video is expected to be  uploaded on YouTube. This could be an example of how to inform what we  do and what happens in Indonesia to the world’s Internet users.</p>
<p>Our next plan is to produce more video documentaries, still about the  condition of Internet in Indonesia. Through this, more English-speaking  Internet users can learn and gain inspiration from our program or from  the Indonesian movement.</p>
<p><em>12.   What are some suggestions you have for those who want to have deep impact on the world?</em></p>
<p>Learn by doing, keep fighting, do networking. We must be able to  build networks with other parties; we must continue to fight for our  beliefs and certainly do not be afraid to fail. Failures in the process  will mature us. Do not have too many theories or concepts. The most  important is to immediately move and share with others.</p>
<p><em>13.   Is there anything else you would like to add to help others understand and learn from your journey? </em></p>
<p>There’s no way a nation can move forward if people could only be  consumers of information. The task of civil society is to make the  surrounding communities capable of processing and producing useful  information. We must also be able to push them become the knowledge  society is able to govern itself (self-regulated) and is not totally  depending on government.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2011/03/12/interview-with-ashoka-fellow-donny-b-u/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merapi&#8230;!</title>
		<link>http://donnybu.com/2010/11/29/merapi/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2010/11/29/merapi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 02:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/donnybu/sets/72157625363782887/" target="_blank"><img class="alignnone size-full wp-image-96" title="merapi-all" src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2010/11/merapi-all.jpg" alt="" width="525" height="522" /></a></p>
<p>Dari Selasa (16/11/2010) s/d Rabu (24/11/2010) saya bersama teman2 dari <a href="http://www.ictwatch.com" target="_blank">ICT Watch</a> (Arief, Dewi), Komunitas blogger <a href="http://www.bengawan.org" target="_blank">Bengawan</a> di Solo (Blontank Poer, Mursid, Hassan, Ciwir, AndyMSE) dan Komunitas <a href="http://www.jogloabang.com" target="_blank">Joglo Abang</a> di Jogja (Anto Suryaden, Totok Gunung Kelir)  melakukan aksi sosial layar tancep keliling dari satu posko (pengungsian Merapi) ke posko lainnya. Saya juga sempat 1 hari turut mengabadikan kegiatan teman2 relawan dari Joglo Abang, mahasiswa <a href="http://www.ugm.ac.id" target="_blank">UGM</a> dan LSM <a href="http://www.profauna.org" target="_blank">Pro Fauna</a> saat melakukan aktifitasnya di salah satu desa dekat puncak Merapi yang luluh-lantak disapu awan panas wedhus gembel. Silakan Anda simak <a href="http://www.flickr.com/photos/donnybu/sets/72157625363782887/" target="_blank">foto-foto selengkapnya</a> versi besarnya di atas yang saya abadikan saat di seputaran Merapi.</p>
<p>Adapun untuk beberapa posko yang sudah disambangi oleh mobil layar tancep keliling memutar film untuk menghibur para pengungsi, tergambar pada peta di bawah ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-97" title="merapi-posko" src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2010/11/merapi-posko.jpg" alt="" width="525" height="278" /></p>
<p>Keterangan:</p>
<ul>
<li>angka 1 s/d 10 adalah posko-posko pengungsi sesuai urutan kedatangan mobil layar tancep keliling, terhitung sejak tanggal 16/11/2010. tiap malam 1 posko.</li>
<li>huruf M : gunung merapi, huruf J : basecamp komunitas Joglo Abang &#8211; Jogja, huruf R : Rumah Blogger Indonesia (basecamp komunitas blogger Bengawan &#8211; Solo)</li>
</ul>
<p>Adapun kegiatan mobil layar tancep keliling ini didukung sepenuhnya oleh <a href="http://www.xl.co.id" target="_blank">XL &#8211; Axiata</a>, <a href="http://www.hivos.nl" target="_blank">Hivos</a>, komunitas blogger Bengawan dan komunitas Joglo Abang.</p>
<p>nb: baca tulisan terkait dari teman saya yang berjudul &#8220;<a href="http://andy.web.id/kita-harap-ini-tak-terulang-lagi.php" target="_blank">kita harap ini tak terulang lagi</a>&#8221;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-105" title="merapi-saya" src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2010/11/merapi-saya.jpg" alt="" width="250" height="250" /></p>
<p>-dbu-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2010/11/29/merapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>materi presentasi saya mencetak hattrick di worldwide (via slideshare.net)!</title>
		<link>http://donnybu.com/2010/11/21/materi-presentasi-saya-mencetak-hattrick-di-worldwide/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2010/11/21/materi-presentasi-saya-mencetak-hattrick-di-worldwide/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 05:46:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu kebanggaan, bahwa materi presentasi saya di-featured-kan (lagi) oleh tim editornya <a href="http://www.slideshare.net" target="_blank">Slideshare.net</a>. Ini berarti udah 3 kali situs berbagi materi presentasi global tersebut memberi penghargaan ke materi presentasi yang saya buat, bersaing dengan ribuan buatan orang lain dari seluruh dunia.</p>
<p>Materi presentasi saya yang pernah diberikan penghargaan &#8220;featured&#8221; tersebut pertama adalah presentasi yang berjudul &#8220;<a href="http://www.slideshare.net/donnybu/internet-at-daily-life-presentation" target="_blank">Internet at Daily Life</a>&#8221; (<a href="http://donnybu.blogdetik.com/2008/09/21/slidesharenet-featured-my-modest-presentation/" target="_blank">baca infonya</a>), kedua berjudul &#8220;<a href="http://donnybu.blogdetik.com/2008/11/01/lagi-slides/" target="_blank">Online Media Now! Are You Online Journalist?</a>&#8221; (<a href="http://www.slideshare.net/donnybu/online-media-now-are-you-online-journalist-presentation" target="_blank">baca infonya</a>),  dan yang baru saja diberi penghargaan adalah berjudul &#8220;<a href="http://www.slideshare.net/donnybu/donnybu-internetsehatupdate" target="_blank">Indonesia, Internet (Sehat) Now!</a>&#8220;.</p>
<p>Di bawah ini adalah email dari tim editor SlideShare untuk materi presentasi saya yang terbaru:</p>
<p><a rel="attachment wp-att-80" href="http://donnybu.com/2010/11/21/materi-presentasi-saya-mencetak-hattrick-di-worldwide/slideshare-featured/"><img class="alignnone size-full wp-image-80" title="slideshare-featured" src="http://donnybu.com/wp-content/uploads/2010/11/slideshare-featured.jpg" alt="" width="525" height="290" /></a></p>
<p>note: kayaknya sudah saatnya harus berbagi ilmu dengan cara mbikin modul/pelatihan membuat materi presentasi (dan melakukan presentasi) yang menarik, kali yaa&#8230;.</p>
<p>-dbu-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2010/11/21/materi-presentasi-saya-mencetak-hattrick-di-worldwide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia, Internet (Sehat) Now!</title>
		<link>http://donnybu.com/2010/11/17/indonesia-internet-sehat-now/</link>
		<comments>http://donnybu.com/2010/11/17/indonesia-internet-sehat-now/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 07:27:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>donnybu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://donnybu.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>silakan para tetamu, rekan, sahabat&#8230; ditengok dan download materi presentasi yang biasa dibawakan/disampaikan oleh tim Internet Sehat (termasuk saya) di sejumlah acara. materi ini sudah saya update beberapa data2nya. mudah2an bermanfaat yaa&#8230;</p>
<div id="__ss_5805806" style="width: 425px;"><object id="__sse5805806" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=donnybu-internetsehat-update-101116232156-phpapp01&amp;stripped_title=donnybu-internetsehatupdate&amp;userName=donnybu" /><param name="name" value="__sse5805806" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="__sse5805806" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slidesharecdn.com/swf/ssplayer2.swf?doc=donnybu-internetsehat-update-101116232156-phpapp01&amp;stripped_title=donnybu-internetsehatupdate&amp;userName=donnybu" name="__sse5805806" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></div>
<div style="width: 425px;"></div>
<div style="width: 425px;">kalau butuh pdf-nya, <a href="http://www.slideshare.net/donnybu/donnybu-internetsehatupdate" target="_blank">mari ke mari</a>&#8230;..</div>
<div style="width: 425px;"></div>
<div style="width: 425px;">-dbu-</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://donnybu.com/2010/11/17/indonesia-internet-sehat-now/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

